LENTERAA.COM – Kompetisi BRI Super League (Liga 1) musim 2025/2026 memasuki fase krusial pada Februari 2026. Hingga pekan ke-22, persaingan di papan atas klasemen semakin memanas. Tidak ada tim yang benar-benar dominan secara mutlak, membuat setiap pertandingan terasa seperti partai final bagi para kontestan.
Dinamika perolehan poin menunjukkan persaingan ketat di tiga besar, sementara kejutan hadir dari tim promosi yang sukses merangsek ke zona elite.
Hingga data per 22 Februari 2026, Persib Bandung berhasil mengamankan posisi puncak klasemen sementara dengan koleksi 50 poin dari 21 pertandingan.
Maung Bandung meraih kemenangan tipis 1-0 atas Persita Tangerang dalam laga terakhirnya. Konsistensi menjadi kunci sukses tim asuhan pelatih mereka musim ini.
Solidnya lini pertahanan berpadu dengan ketajaman lini depan yang dipimpin penyerang asing andalan, Andrew Jung, membuat Persib tampil stabil di setiap pekan.
Di posisi kedua, Persija Jakarta mengumpulkan 47 poin dari 22 laga. Macan Kemayoran baru saja meraih kemenangan penting 2-1 atas PSM Makassar di kandang mereka.
Kemenangan tersebut diraih di markas kebanggaan, Jakarta International Stadium (JIS).
Namun, Persija harus waspada. Mereka telah memainkan satu pertandingan lebih banyak dibanding Persib yang masih memiliki satu laga tunda situasi yang bisa menjadi penentu dalam perebutan gelar.
Di peringkat ketiga, Borneo FC Samarinda tampil konsisten dengan raihan 46 poin dari 21 laga.
Pesut Etam hanya terpaut satu angka dari Persija dan empat poin dari Persib. Performa stabil dalam beberapa pekan terakhir menjadikan mereka kandidat kuat dalam perebutan gelar musim ini.
Persaingan trio papan atas diprediksi berlangsung hingga pekan terakhir, mengingat selisih poin yang sangat tipis.
Kejutan besar datang dari Malut United. Tim promosi ini berhasil menempati posisi keempat dengan 41 poin, mengungguli tim mapan seperti Persebaya Surabaya dan Bali United.
Strategi transfer yang efektif serta skema permainan progresif membuat Malut United sulit dikalahkan, baik di kandang maupun tandang. Status sebagai “kuda hitam” kini berubah menjadi penantang nyata zona kompetisi Asia.
Persebaya Surabaya dan Persita Tangerang harus puas menghuni posisi lima dan enam dengan koleksi 35 poin.
Persebaya sempat terguncang setelah kekalahan mengejutkan dari Persijap Jepara, yang memperlebar jarak dengan empat besar. Inkonsistensi dalam laga krusial menjadi pekerjaan rumah besar bagi manajemen Bajul Ijo di sisa musim.
Di papan bawah, persaingan tak kalah menegangkan. Persis Solo terpuruk di posisi juru kunci dengan 13 poin dari 22 pertandingan.
Sementara itu, Semen Padang dan Persijap Jepara juga masih berjuang keras keluar dari zona merah. Perombakan strategi dan evaluasi skuad menjadi langkah wajib demi bertahan di kasta tertinggi musim depan.
Secara keseluruhan, klasemen BRI Super League 2025/2026 menunjukkan peta kekuatan sepak bola Indonesia yang semakin kompetitif. Dominasi tim tradisional kini mulai diganggu oleh kekuatan baru yang ambisius.
Dengan jadwal yang masih padat dan jeda Ramadan yang segera tiba, kondisi fisik pemain serta kedalaman skuad akan menjadi faktor penentu dalam perburuan gelar.Satu hal yang pasti: musim ini menjanjikan drama hingga peluit akhir berbunyi.






