Budaya  

Masjid Agung Nurul Yaqin, Ikon Wisata Religi “Pintu Seribu” di Kota Tangerang

Tampak bangunan Masjid Agung Nurul Yaqin atau yang dikenal sebagai Masjid Pintu Seribu di Kampung Bayur, Kota Tangerang. (Foto by Lenteraa. com/Reza)

Kota Tangerang – Masjid Agung Nurul Yaqin yang berlokasi di Kampung Bayur, Kelurahan Priuk, Kota Tangerang atau lebih dikenal dengan sebutan Masjid Pintu Seribu, tak hanya menjadi tempat ibadah umat Islam, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata religi yang unik dan penuh daya tarik arsitektur.

Masjid ini dibangun oleh Syeikh Ami Al Faqir Mahdi Hasan Al-Qudratillah Al-Muqoddam atau yang dikenal sebagai Al-Faqir pada tahun 1978 dan selesai pada 1982. Ia disebut sebagai keturunan dari Sunan Gunung Jati, salah satu tokoh Wali Songo yang berperan besar dalam penyebaran Islam di tanah Jawa.

Asal-Usul Julukan “Pintu Seribu”

Nama “Masjid Pintu Seribu” sendiri bukanlah nama resmi, melainkan sebutan yang diberikan oleh media karena terkesan dengan banyaknya pintu dan lorong yang terdapat di dalam bangunan masjid.

Rudi, selaku pengurus masjid, menjelaskan bahwa jumlah pasti pintu di masjid tersebut tidak diketahui secara pasti. “Nama itu muncul dari sebutan media yang terkesan dengan arsitekturnya. Mengenai jumlah pintunya sendiri tidak diketahui pasti,” ujarnya, seperti dilansir dari akun resmi Tangerangkota.

Arsitektur Unik Sarat Makna

Keunikan utama masjid ini terletak pada desain arsitekturnya yang tidak terikat pada satu gaya tertentu. Bentuk lorong-lorong sempit, ruang-ruang kecil, serta ornamen khas membuatnya sekilas mengingatkan pada gaya arsitektur peradaban Maya dan Aztec. Hal ini justru menjadi daya tarik tersendiri dan menambah pesona eksotis bangunan tersebut.

Selain nilai estetikanya, setiap sudut masjid juga memiliki makna spiritual. Sebagai simbol penyucian diri, setiap pengunjung yang datang dianjurkan untuk mengawali kunjungan dengan berwudhu sebelum memasuki area dalam masjid.

Pengalaman Pengunjung

Ibrahim, salah satu pengunjung asal Semanan, mengaku terkejut saat pertama kali melihat langsung bangunan masjid tersebut.

“Awalnya lihat-lihat seliweran di media sosial tentang masjid ini. Karena jaraknya tidak terlalu jauh, akhirnya saya coba datangi. Pas sampai, lumayan terkejut juga dengan keistimewaan arsitektur masjid ini,” ungkapnya.

Menurutnya, setiap tempat pasti memiliki sejarah dan kisah tersendiri, begitu pula dengan Masjid Pintu Seribu yang menyimpan nilai historis dan spiritual yang kuat. “Setiap tempat pasti punya historinya tersendiri dan masjid ini salah satu contohnya,” tegas Ibrahim.

Kini, Masjid Agung Nurul Yaqin tak hanya menjadi pusat kegiatan ibadah masyarakat sekitar, tetapi juga simbol kekayaan arsitektur religi di Kota Tangerang yang terus menarik perhatian wisatawan lokal maupun luar daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *