Tangerang, Lenteraa.com – Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sepanjang trotoar kawasan Stasiun Poris menuai keluhan dari sejumlah pengguna jalan. Lapak-lapak yang berdiri di jalur pejalan kaki dinilai telah mengganggu fungsi utama trotoar yang seharusnya digunakan masyarakat untuk berjalan dengan aman dan nyaman.
Pantauan di lokasi menunjukkan sebagian trotoar dipenuhi lapak pedagang yang menjajakan berbagai jenis makanan dan minuman. Kondisi tersebut membuat ruang bagi pejalan kaki semakin sempit, bahkan di beberapa titik trotoar tidak dapat dilalui sama sekali.
Akibatnya, para pejalan kaki terpaksa berjalan di badan jalan karena akses trotoar tertutup oleh aktivitas perdagangan. Situasi ini tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga menimbulkan potensi bahaya bagi masyarakat yang melintas, terutama saat arus kendaraan sedang padat.
Selain itu, keberadaan PKL di sepanjang trotoar juga menyebabkan penyempitan jalur kendaraan di sekitar kawasan stasiun. Pada jam sibuk pagi dan sore hari, kondisi tersebut kerap memicu kemacetan akibat meningkatnya volume kendaraan yang melintas.
Baca Juga:
Kereta Api Bandara Tabrak container Yang Tersangkut di Perlintasa Antara Setasiunn Poris dan Batuceper
Salah satu pengguna jalan yang ditemui di lokasi mengungkapkan bahwa kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan hingga kini belum terlihat adanya penataan yang jelas dari pihak terkait.
“Trotoar ini seharusnya untuk pejalan kaki, tapi sekarang malah dipenuhi lapak pedagang. Akhirnya kami yang jalan kaki harus turun ke jalan, padahal itu berbahaya karena kendaraan ramai,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan pengguna jalan lainnya yang berharap adanya penataan yang lebih baik dari pemerintah daerah.
“Kami tidak melarang orang mencari nafkah, tapi harus ada penataan yang jelas. Kalau trotoar dipakai berdagang, pejalan kaki jadi tidak punya ruang,” katanya.












