TANGERANG – Proyek pembongkaran jalan yang tengah berlangsung di wilayah Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, mulai memicu tanda tanya di kalangan warga setempat. Sorotan utama muncul terkait pengelolaan puing-puing hasil bongkaran material jalan yang hingga kini belum jelas peruntukannya.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Minggu (12/4/2026), material bekas pembongkaran jalan terlihat ditumpuk di sejumlah titik di sekitar lokasi proyek. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan dari warga mengenai ke mana sisa material tersebut akan dialokasikan serta apakah terdapat mekanisme resmi dalam pengelolaannya.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menilai transparansi dalam pengelolaan sisa material proyek sangat penting. Ia menyebutkan bahwa puing-puing tersebut sejatinya masih memiliki nilai guna jika dimanfaatkan dengan tepat.
“Kami hanya ingin tahu, apakah puing ini boleh diminta warga untuk urukan jalan lingkungan yang becek, atau memang sudah ada pihak tertentu yang mengelolanya,” ujarnya.
Warga berharap adanya kejelasan dari pihak terkait agar material tersebut tidak terbuang percuma dan justru dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat sekitar, seperti perbaikan jalan lingkungan atau pengurukan lahan.
Baca Juga: Penutupan Kongres ke-V BEM Banten Bersatu, Tegaskan Pendidikan Berdampak untuk Indonesia Maju
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun dinas terkait mengenai prosedur penanganan material sisa bongkaran tersebut. Minimnya informasi ini dikhawatirkan dapat menimbulkan prasangka di tengah masyarakat, termasuk potensi penyalahgunaan material.
Di sisi lain, proyek perbaikan jalan di Sukadiri tetap mendapat apresiasi dari warga karena dinilai penting dalam meningkatkan aksesibilitas dan kelancaran transportasi. Namun demikian, aspek teknis seperti kebersihan lingkungan proyek serta keterbukaan informasi publik diharapkan menjadi perhatian serius demi menjaga kepercayaan masyarakat.












