JAKARTA,LENTERAA.com — Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU), Agus Tanjung, menyampaikan pernyataan tegas terkait maraknya isu ajakan makar dan narasi chaos yang berkembang di ruang publik. Ia menilai, fenomena tersebut bukan sekadar perbedaan pendapat, melainkan ancaman serius terhadap demokrasi dan keutuhan bangsa.
“Ini bukan lagi soal kritik atau kebebasan berpendapat. Ajakan makar adalah bentuk nyata pengkhianatan terhadap konstitusi dan upaya merusak tatanan negara. Tidak boleh ada toleransi terhadap gerakan yang ingin menyeret Indonesia ke jurang kekacauan,” tegas Agus Tanjung.
Ia menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara demokrasi telah menyediakan ruang luas bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara sah. Karena itu, segala bentuk mobilisasi yang mengarah pada delegitimasi pemerintahan secara inkonstitusional dinilai sebagai tindakan berbahaya yang harus ditolak bersama.
“Kalau ada pihak yang memainkan isu chaos, menyebar ketakutan, dan memprovokasi masyarakat, itu bukan gerakan moral, melainkan agenda destruktif yang mengancam masa depan bangsa,” lanjutnya.
Agus Tanjung juga mengingatkan agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh propaganda politik yang menyesatkan. Menurutnya, IPNU akan berada di garda terdepan dalam menjaga stabilitas nasional serta melawan berbagai bentuk disinformasi.
Di sisi lain, ia menyoroti kondisi global yang tengah berada dalam tekanan akibat konflik geopolitik di berbagai kawasan dunia. Dampaknya, kata dia, dirasakan oleh hampir seluruh negara, termasuk Indonesia.
Baca Juga: Jalanan Tangerang Jadi Ladang Maut, HMTU Ultimatum 7 Hari Pemkab Tangerang
“Harus diakui, dunia sedang tidak baik-baik saja. Krisis energi, gangguan rantai pasok, hingga ancaman resesi global adalah realitas yang dihadapi semua negara. Namun di tengah situasi itu, Indonesia mampu menjaga stabilitasnya dengan cukup baik,” ujarnya.
Ia menilai langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional patut diapresiasi, terutama dalam menghadapi lonjakan harga energi global. Kebijakan yang diambil dinilai tetap berpihak pada rakyat, sehingga harga kebutuhan pokok relatif terjaga.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa negara hadir dan bekerja di tengah situasi global yang tidak menentu. Oleh karena itu, upaya menggiring opini publik menuju ketidakstabilan dianggap sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab.
“Ketika pemerintah sedang bekerja menjaga stabilitas dan melindungi rakyat, justru ada pihak yang ingin merusaknya dengan narasi makar dan chaos. Ini harus dilawan, karena yang dipertaruhkan adalah nasib seluruh bangsa,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Agus Tanjung mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersikap tegas dalam menolak provokasi, memperkuat persatuan nasional, serta menjaga ruang publik dari narasi kebencian dan disinformasi.
“Jangan beri ruang bagi perusak bangsa. Indonesia tidak boleh mundur hanya karena ambisi segelintir kelompok. Kita harus berdiri tegak menjaga konstitusi, menjaga persatuan, dan memastikan masa depan bangsa tetap aman,” pungkasnya.












