CIA dan Israel Diduga Berkoordinasi dalam Serangan yang Tewaskan Pemimpin Tertinggi Iran

Gedung kompleks kediaman Pemimpin Tertinggi Iran di Teheran yang dilaporkan menjadi lokasi serangan rudal Israel. (Foto: lenteraa. com/Ahmad)

TANGERANG, LENTERAA.com Badan intelijen Amerika Serikat, Central Intelligence Agency (CIA), dilaporkan telah melacak pergerakan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, selama berbulan-bulan sebelum ia tewas dalam serangan rudal Israel pada Sabtu (1/3/2026).

Menurut sumber yang mengetahui operasi tersebut, informasi intelijen yang dikumpulkan CIA mencakup detail pertemuan pejabat senior Iran di sebuah kompleks di Teheran yang diperkirakan turut dihadiri Khamenei. Informasi itu kemudian dibagikan kepada mitra Israel dan disebut mempercepat pelaksanaan serangan untuk memanfaatkan momentum yang ada.

“Wawasan yang disampaikan kepada rekan-rekan Israel mempercepat jadwal serangan,” ujar sumber yang berbicara secara anonim karena sensitivitas isu intelijen, seperti dikutip media AS.

Pernyataan Pejabat AS

Dalam wawancara terpisah, anggota DPR AS dari Partai Republik, Mike Turner, menyatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat tidak secara langsung menargetkan Khamenei maupun kepemimpinan Iran.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyebut bahwa Khamenei tewas dalam operasi serangan gabungan Amerika Serikat–Israel. Namun, ia menolak merinci kandidat pengganti yang disebutnya “cukup baik”.

Harian The New York Times sebelumnya juga melaporkan keterlibatan CIA dalam pelacakan Khamenei sebelum kematiannya.

Ketua Komite Intelijen Senat AS, Tom Cotton, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan merinci intelijen yang digunakan dalam operasi tersebut. “Lokasi dan niat pemimpin tertinggi serta para ayatullah di Iran merupakan prioritas tertinggi komunitas intelijen kami,” ujarnya.

Konfirmasi Iran dan Situasi Politik

Media pemerintah Iran mengonfirmasi kematian Khamenei pada Minggu pagi, beberapa jam setelah pernyataan Presiden Trump. Khamenei, 86 tahun, dilaporkan tewas akibat serangan rudal Israel yang menghantam kompleks kediamannya di Teheran.

Khamenei menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran sejak 1989, menggantikan Ruhollah Khomeini, arsitek Revolusi Islam 1979. Selama hampir empat dekade, ia mengonsolidasikan kekuasaan politik dan militer serta menjadi otoritas keagamaan tertinggi di negara tersebut.

Hingga kini belum jelas siapa yang akan menggantikannya. Seorang diplomat utama Iran menyatakan para ulama dapat memilih pemimpin tertinggi baru dalam beberapa hari mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *