Sosialisasi LK3 di Sepatan, Aan Ansori Dorong Pola Asuh Bijak di Tengah Tantangan Zaman

Aan Ansori saat membuka kegiatan Sosialisasi LK3 di Gedung Serba Guna Kecamatan Sepatan, Kamis (7/5/2026). Lenteraa.com/Admin

KABUPATEN TANGERANG, LENTERAA. com – Camat Sepatn, Aan Ansori membuka kegiatan Sosialisasi Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) yang digelar di Gedung Serba Guna Kecamatan Sepatan, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri TP PKK se-Kecamatan Sepatan, perangkat desa dan kelurahan, serta masyarakat yang antusias mengikuti rangkaian sosialisasi terkait penguatan ketahanan keluarga, perlindungan anak, dan psikososial.

Dalam sambutannya, Aan Ansori menegaskan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak dan menjaga keharmonisan rumah tangga di tengah tantangan perkembangan sosial saat ini.

“Peran orang tua sangat penting dalam mendidik anak. Orang tua harus menjadi tempat yang nyaman bagi anak-anaknya, memberikan keteladanan, menerapkan pola asuh yang tepat, serta membangun komunikasi yang baik dalam keluarga,” ujar Aan Ansori.

Baca Juga: Sertijab Kajari Kota Tangerang, Komitmen Perkuat Sinergi Hukum dan Pembangunan Daerah

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari narasumber utama Kuratu Akyun. Dalam paparannya, ia menjelaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penguatan lembaga konsultasi keluarga sebagai upaya menciptakan kesejahteraan sosial masyarakat.

“SDM yang berkualitas dan keluarga yang kuat merupakan jembatan menuju kesejahteraan keluarga. Karena itu, penguatan peran keluarga harus terus dilakukan melalui edukasi dan pendampingan,” jelasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Kabupaten Tangerang, Euis Gartikasari beserta tim yang mendukung penuh program LK3 di wilayah Kabupaten Tangerang.

Dalam kegiatan itu juga ditampilkan data Simfoni PPA yang menunjukkan Banten masuk dalam 10 besar angka kasus tertinggi dari 38 provinsi di Indonesia. Data tersebut menjadi perhatian bersama dalam upaya meningkatkan perlindungan terhadap perempuan dan anak melalui penguatan ketahanan keluarga.

Kegiatan berlangsung interaktif dan diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terkait perlindungan anak, kesehatan psikososial, serta pentingnya menjaga keharmonisan keluarga di tengah perkembangan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *