Kelompok 37 PLP Integratif UIN SMH Banten Mulai Pengabdian dan Adaptasi di AGIS Primary School

Mahasiswa Kelompok 37 PLP Integratif UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten bersama pihak AGIS Primary School saat memulai kegiatan pengabdian, adaptasi, dan observasi lingkungan sekolah di Serang. (Lenteraa.com/Riki)

SERANG, LENTERAA.com – Mahasiswa Kelompok 37 Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Integratif Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten resmi memulai rangkaian kegiatan pengabdian dan adaptasi di AGIS Primary School sejak Senin, 13 Juli 2026.

Kehadiran para mahasiswa calon pendidik tersebut disambut hangat oleh pihak sekolah sebagai bagian dari upaya memperkenalkan lingkungan institusi, budaya kerja, serta dinamika proses pembelajaran secara langsung di dunia pendidikan.

Kepala AGIS Primary School menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi dengan UIN SMH Banten. Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, khususnya dalam mencetak calon guru yang profesional.

“Harapan ke depannya, semoga kerja sama antara UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dan AGIS terus berlanjut dan semakin erat. Manfaatkan waktu selama kurang lebih tiga setengah bulan ini untuk mencari ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pengalaman praktik di sekolah akan memberikan pembelajaran yang tidak diperoleh hanya melalui perkuliahan di kampus.

“Apa yang dipelajari di ruang kelas tentu akan berbeda dengan praktik nyata di lapangan. Di sinilah mahasiswa dapat belajar langsung, memahami karakter peserta didik, budaya sekolah, serta berbagai praktik baik yang akan menjadi bekal berharga ketika nantinya menjadi seorang pendidik,” tambahnya.

Baca Juga: ‎Hafidz Resmi Pimpin DPC PKB Kota Tangerang Periode 2026–2031

Bertepatan dengan awal tahun ajaran baru, kegiatan pada pekan pertama difokuskan pada pengenalan lingkungan sekolah melalui keterlibatan aktif dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Mahasiswa turut mendampingi pelaksanaan kegiatan hingga penutupan bersama seluruh warga sekolah.

Selain mengikuti MPLS, para mahasiswa juga melaksanakan observasi kelas dan asistensi berbagai aktivitas harian sekolah. Kegiatan tersebut menjadi fondasi awal untuk memahami karakter peserta didik, kultur sekolah, serta membangun komunikasi yang baik dengan guru dan tenaga kependidikan sebelum memasuki tahap praktik mengajar.

Memasuki pekan-pekan berikutnya, Program PLP Integratif akan memasuki tahapan yang lebih teknis, meliputi penyusunan perangkat ajar bersama guru pamong, pendampingan proses pembelajaran di kelas, praktik mengajar intensif di bawah supervisi sekolah, hingga keterlibatan dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan agenda institusional.

Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan empat kompetensi utama seorang pendidik, yaitu kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.

Pihak AGIS Primary School menegaskan bahwa setiap arahan dan penugasan yang diberikan oleh guru pamong merupakan bagian penting dalam membentuk karakter dan mental profesional calon guru, bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik.

Sinergi antara UIN SMH Banten dan AGIS Primary School diharapkan dapat terus diperkuat guna melahirkan pendidik yang adaptif, kreatif, inovatif, serta siap menjawab tantangan dunia pendidikan modern sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *