TANGERANG, LENTERAA.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) berkolaborasi dengan mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) Semester 2B menggelar aksi kepedulian lingkungan bertajuk “Civic Environment” di kawasan wisata Pantai Pasir Putih, Desa Marga Mulya, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan tersebut diwujudkan melalui aksi bersih-bersih pantai, pengelolaan sampah, serta penyerahan bantuan tempat sampah sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus mendorong meningkatnya kesadaran masyarakat dan para pengunjung dalam menjaga kebersihan kawasan wisata.
Kepala Seksi Pemerintahan Desa Marga Mulya, Abdul Syape’i, menyampaikan apresiasi atas inisiatif para mahasiswa yang turun langsung memberikan kontribusi positif bagi lingkungan.
“Harapannya, para pengunjung dapat lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Ini bukan hanya peran pemerintah setempat, tetapi seluruh elemen masyarakat. Terima kasih kepada BEM UNIS dan mahasiswa yang telah terjun langsung. Semoga kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus berlanjut sebagai gerakan bersama,” ujar Abdul Syape’i.
Baca Juga: Kelompok 37 PLP Integratif UIN SMH Banten Mulai Pengabdian dan Adaptasi di AGIS Primary School
Sementara itu, Presiden Mahasiswa UNIS, Saidiah, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata peran mahasiswa sebagai agent of change yang tidak hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga menghadirkan solusi terhadap persoalan lingkungan.
“Melalui Civic Environment, BEM UNIS ingin menunjukkan bahwa kepedulian lingkungan harus diwujudkan lewat aksi nyata. Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk mengedukasi sekaligus memberi contoh. Kami berharap ini menjadi awal kolaborasi yang lebih luas antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat,” ungkap Saidiah.
Di sisi lain, Ketua Pelaksana Kegiatan, Muhammad Alif Wijaya, menilai Pantai Pasir Putih memiliki potensi wisata yang besar, namun masih memerlukan perhatian lebih dari pemerintah daerah, terutama dalam penyediaan infrastruktur pendukung.
“Kami berharap pemerintah dapat memberikan dukungan fasilitas umum seperti toilet, perbaikan akses jalan, tempat sampah, serta sarana penunjang lainnya. Kegiatan ini adalah langkah awal mahasiswa menjadi pelopor. Semoga ke depan makin banyak pihak dari perguruan tinggi lain, komunitas, dan pemerintah yang berkolaborasi,” tutur Alif.












