Bertahun-tahun Terabaikan, Warga Kelurahan Sepatan Keluhkan Jalan Rusak dan Langganan Banjir

Kondisi infrastruktur lingkungan di wilayah RT 004 RW 002, Kelurahan Sepatan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, kembali menjadi sorotan. (Foto: Lenteraa. com/Riki Ade Suryana)

TANGERANG, LENTERAA.com – Kondisi infrastruktur lingkungan di wilayah RT 004 RW 002, Kelurahan Sepatan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, kembali menjadi sorotan. Salah satu warga, Riki Ade Suryana, mengeluhkan kerusakan jalan paving blok di gang menuju rumahnya yang telah terjadi selama bertahun-tahun tanpa adanya perbaikan dari pihak terkait.

Riki menilai akses jalan yang layak hingga kini masih menjadi persoalan bagi warga di lingkungan tersebut. Jalan paving blok yang rusak dan tidak rata dinilai sangat mengganggu aktivitas masyarakat, terlebih saat musim hujan tiba.

Menurut Riki, dirinya sudah beberapa kali berkoordinasi dengan pihak Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat terkait kondisi jalan tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada tindakan nyata yang dilakukan.

“Jawabannya selalu sama, katanya sudah didata dan akan segera diperbaiki. Tapi kenyataannya sampai sekarang tidak ada satu pun paving yang diganti. Bahkan sudah berganti kepengurusan RT, kondisinya tetap sama,” ujar Riki kepada awak media, Minggu (15/3/2026).

Karena tidak kunjung mendapat perhatian, Riki bersama beberapa warga terpaksa melakukan perbaikan secara swadaya. Mereka menambal lubang-lubang jalan menggunakan puing bangunan dan batu seadanya agar jalan tetap bisa dilalui.

Kondisi tersebut semakin memprihatinkan ketika hujan turun. Jalan di gang tersebut kerap tergenang air akibat sistem drainase yang dinilai tidak berfungsi dengan baik.

Baca Juga: BMKG: Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Mayoritas Wilayah Berpotensi Alami Durasi Lebih Panjang

“Kalau hujan turun, jalanan langsung banjir. Mau lewat pakai sandal saja tidak bisa, harus pakai sepatu boot. Aktivitas warga jadi sangat terganggu,” keluhnya.

Riki juga menduga banjir yang sering terjadi disebabkan oleh kesalahan teknis dalam pembangunan saluran air. Ia menyebutkan bahwa saluran drainase jenis U-Ditch yang dibangun justru memiliki posisi lebih tinggi dibandingkan permukaan jalan paving blok.

Akibatnya, air tidak dapat mengalir dengan baik dan justru tertahan di area jalan sehingga menyebabkan genangan bahkan banjir di lingkungan tersebut.

Kondisi ini memicu kritik warga terhadap pengawasan pembangunan infrastruktur di tingkat lingkungan. Warga berharap adanya evaluasi terhadap proyek yang telah dibangun agar tidak menimbulkan permasalahan baru bagi masyarakat.

Riki pun mendesak pihak Pemerintah Kelurahan Sepatan dan Kecamatan Sepatan agar tidak menutup mata terhadap keluhan warga. Ia meminta pemerintah setempat segera turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya.

“Kami berharap pemerintah kelurahan dan kecamatan bisa datang langsung melihat kondisi di sini. Jangan hanya menerima laporan di atas kertas. Warga butuh solusi nyata agar jalan ini segera diperbaiki dan masalah banjir bisa diatasi,” tutupnya dengan nada kecewa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *