Duta Potensi Pemuda DKI Jakarta Gelar Eco-Preunership Lab, Sulap Limbah Rumah Tangga Jadi Bernilai Ekonomi

Duta Potensi Pemuda Indonesia (DPPI) Provinsi DKI Jakarta bersama tim mahasiswa ITB Bina Sarana Global memberikan pelatihan pengelolaan limbah rumah tangga kepada kader PKK dan warga RW 02 Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. (Lenteraa.com/Riki)

JAKARTA, LENTERAA.com – Persoalan sampah perkotaan yang terus meningkat mendorong generasi muda untuk menghadirkan solusi nyata. Duta Potensi Pemuda Indonesia (DPPI) Provinsi DKI Jakarta menggelar program bertajuk “Eco-Preunership Lab” di RW 02, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (2/7/2026).

Program tersebut diinisiasi oleh dua Duta Potensi Pemuda Indonesia DKI Jakarta, Fahmiansyah, mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Bina Sarana Global, bersama Sasikirana Syahrani Putri, sebagai upaya mengedukasi masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomi.

Pelaksanaan kegiatan didukung oleh tim fasilitator mahasiswa ITB Bina Sarana Global yang terdiri dari Hanna Nandiya Pratiwi, Kafka Salma Aulia, Eka Aulia Hasanah, dan Helen Anggraeni Pranajuwita. Program ini juga melibatkan Ahmad Zainul, siswa SMAN 76 Jakarta Timur, sebagai bagian dari edukasi sebaya (peer-to-peer education).

Kegiatan menyasar warga di RT 06, RT 10, dan RT 11 RW 02 Kelurahan Pondok Bambu. Kehadiran para pemuda tersebut disambut antusias oleh kader PKK dan tokoh masyarakat yang mengikuti pelatihan secara aktif.

Mengusung konsep perpaduan antara pelestarian lingkungan dan kewirausahaan, Eco-Preunership Lab bertujuan mengubah limbah rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai jual sekaligus mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Kami ingin mengubah paradigma masyarakat terhadap sampah. Sampah bukanlah akhir dari sebuah siklus konsumsi, melainkan awal dari proses produksi baru jika dikelola dengan ilmu yang tepat. Melalui Eco-Preunership Lab, kami membuktikan bahwa menjaga bumi bisa berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi warga,” ujar Fahmiansyah.

Senada dengan itu, Sasikirana Syahrani Putri menekankan pentingnya peran ibu-ibu PKK sebagai motor penggerak perubahan di lingkungan keluarga.

Baca Juga: MSCI Evaluasi Pasar Saham RI, Marwan Jafar: Momentum Percepat Reformasi Bursa Efek

“Ketika ibu-ibu PKK dan warga di tingkat RT mampu mengolah limbahnya sendiri menjadi produk yang memiliki nilai jual, kita sedang bergerak bersama mewujudkan lingkungan yang bersih sekaligus ekonomi warga yang lebih berdaya,” katanya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan praktik langsung mengolah limbah melalui tiga materi utama, yakni pembuatan eco-enzyme dari kulit buah dan sisa sayuran, pembuatan sabun ramah lingkungan dari minyak jelantah, serta pengolahan limbah organik menjadi kompos rumah tangga.

Menurut Sasikirana, seluruh pelatihan dirancang agar dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Produk-produk yang dihasilkan diharapkan dapat dikembangkan menjadi usaha bersama sehingga mampu menambah pendapatan kas RT maupun kelompok PKK.

Sementara itu, Fahmiansyah menilai pengembangan produk berbasis lingkungan juga perlu didukung dengan digitalisasi pemasaran dan manajemen usaha agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Melalui Eco-Preunership Lab, Duta Potensi Pemuda Indonesia DKI Jakarta bersama mahasiswa menunjukkan bahwa generasi muda mampu menjadi agen perubahan dengan menghadirkan solusi nyata atas persoalan lingkungan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung hingga sore hari itu ditutup dengan sesi foto bersama serta penyerahan hasil produk olahan kepada perwakilan pengurus RT sebagai simbol komitmen bersama dalam membangun lingkungan yang bersih, produktif, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *