KABUPATEN TANGERANG – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Kecamatan Sepatan resmi membuka kegiatan Pengajian Rutin perdana pada Jumat malam (19/6/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut digelar di kediaman Ketua Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Pondok Jaya yang juga menjadi markas Majelis Ta’lim Arroha, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang.
Pengajian rutin yang dimulai pukul 20.00 WIB ini menjadi langkah awal PAC MDS Rijalul Ansor Sepatan dalam memperkuat riyadhoh spiritual, konsolidasi kader, serta penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah di tingkat akar rumput.
Hadir sebagai penceramah utama, Rois Syuriah MWCNU Sepatan, K.H. Irsyadul Munir, yang sekaligus memberikan ijazah keilmuan kepada para peserta. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh pimpinan Majelis Ta’lim Arroha sekaligus tuan rumah, H. Syamsuro atau yang akrab disapa H. Uyo.
Turut hadir jajaran Dewan Penasehat PAC GP Ansor Sepatan, di antaranya Harri Solehat, S.Pd. (Bung Aka), Ahmad Hammami, S.Pd., dan Ruben Roji Wibowo, S.Pd.I., M.Si. Kehadiran mereka melengkapi semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh jajaran pengurus harian PAC GP Ansor Sepatan, kader ranting se-Kecamatan Sepatan, Satkoryon Banser, hingga anggota Pagar Nusa.
Ketua PAC GP Ansor Sepatan, Hans Aminullah, S.H., memimpin langsung kehadiran para kader dan pengurus dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pengajian rutin MDS Rijalul Ansor merupakan bagian penting dari ruh pergerakan GP Ansor.
Dalam mauidhoh hasanahnya, K.H. Irsyadul Munir menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara militansi organisasi dan kedalaman spiritual. Menurutnya, kader Ansor harus menjadi benteng ideologi Nahdlatul Ulama yang kuat dalam ilmu agama serta istiqamah dalam menjaga ulama dan bangsa.
“Pengajian rutin melalui MDS Rijalul Ansor ini bukan sekadar rutinitas berkumpul, melainkan ikhtiar batin untuk menjaga sanad keilmuan Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah. Kader Ansor harus memiliki dua kekuatan yang seimbang, yakni militansi dalam menjaga ulama dan bangsa serta kedalaman spiritual melalui dzikir dan tafaqquh fiddin,” ujar K.H. Irsyadul Munir.
Ia juga mengingatkan bahwa masa depan jam’iyah NU sangat bergantung pada kualitas generasi mudanya. Karena itu, majelis ilmu dan dzikir harus dijadikan sarana menempa karakter, memperkuat khidmah, serta menjaga kemurnian perjuangan organisasi.
Sementara itu, Ketua PAC GP Ansor Sepatan, Hans Aminullah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada guru kami K.H. Irsyadul Munir, para dewan penasehat, dan khususnya kepada Shahibul Bait, H. Uyo, yang telah memfasilitasi pembukaan pengajian rutin ini. Kami juga memohon maaf apabila dalam pelaksanaan perdana ini masih terdapat berbagai kekurangan,” katanya.
Hans menambahkan bahwa pengajian rutin ini akan menjadi sumber energi spiritual bagi kader GP Ansor dalam menjalankan program-program organisasi dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kegiatan ini adalah marwah organisasi. MDS Rijalul Ansor merupakan ruh dari gerakan GP Ansor. Saya mengajak seluruh pengurus dan kader untuk menjaga konsistensi, tetap satu komando, serta menjadikan pengajian rutin ini sebagai bahan bakar spiritual dalam menggerakkan program kemasyarakatan,” tegasnya.
Menutup sesi sambutan, Dewan Penasehat PAC GP Ansor Sepatan, Harri Solehat, S.Pd. atau Bung Aka, memberikan arahan inspiratif kepada para kader muda. Ia menilai majelis dzikir merupakan ruang strategis untuk membangun konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat karakter kader.
“Ansor hari ini harus mampu menjawab tantangan zaman dengan keanggunan akhlak dan ketajaman intelektual. Majelis dzikir seperti ini adalah ruang konsolidasi terbaik untuk menyamakan persepsi dan frekuensi gerakan. Kelola majelis ini secara modern, rangkul pemuda-pemuda di kampung, dan buktikan bahwa menjadi kader Ansor adalah pilihan hidup yang terhormat dan penuh makna bagi agama serta tanah air,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh H. Syamsuro. Dalam doanya, ia memohon keberkahan, keselamatan, serta keistiqamahan bagi perjuangan para pemuda Nahdlatul Ulama di wilayah Sepatan.
Usai doa, seluruh peserta mengikuti sesi foto bersama sebagai penanda dimulainya program pengajian rutin bulanan MDS Rijalul Ansor Sepatan. Suasana keakraban semakin terasa dalam sesi ramah tamah dan tradisi makan bersama (ngeliwet) yang menjadi simbol kebersamaan, kesederhanaan, serta soliditas kader GP Ansor Sepatan.
Kegiatan perdana ini diharapkan menjadi momentum penguatan spiritual, ideologi, dan persaudaraan di kalangan kader Ansor dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah serta mengabdi kepada masyarakat.












